“I’m Sorry My Friend” Part 3 -END-

Title : I’m Sorry My Friend
Author : Yummy~ RaMyeon
Genre : Romance *masih sedikit -___- , Konflik
Cast :
• Lee Dong Hae (Super Junior)
• Cho Kyu Hyun (Super Junior)
• Park Seo Ra
Rating : PG 13+
Length : Chapter

ini ff ku yang pertama, launching ceritanya :p ini murni dari ide otak aku lho :p dari ngayal juga :3

~Check it out~ 
.
.

 Seora’s POV 

Sudah beberapa hari ini, aku selalu bertemu dengan Donghae oppa, hubungan pertemanan kami pun semakin akrab saja. Namun aku juga selalu melihat Kyuhyun itu, entah kenapa aku sangat membencinya. Setiap kami bertemu, pasti bertengkar.
“Yaakk.. Kyuhyun-ssi. . apa yang kau lakukan, eoh? Kembalikan buku diary ku? “ seperti anak kecil memang hhmmm.. saat ini kami bertiga ada dirumahku. Sudah selama 1 tahun ini, kami berteman baik.

Akupun bekerja di perusahaan Lotte mart, perusahan yang sama dengan mereka berdua. Aku bisa masuk kesana karena Donghae oppa yang awalnya memberikan tawaran itu. Aku pun menyetujuinya, walaupun awalnya aku menolak karena aku tidak ingin meninggalkan café ku. Tapi , yaaa.. yasudah aku terima saja. Tapi aku masih bisa mengelola café itu sehabis pulang kerja.

“Aigoo~ kau bercanda? Jinjjayo? Haha.. kalau begitu kau nyatakan saja padanya. Aku rasa dia juga memiliki rasa yang sama, hahah” kata Kyuhyun yang sedang duduk berdua di dekat jendela café bersama Donghae oppa
“Aku tau, aku sudah pernah mendengarnya dari dia sendiri, bahwa dia juga meyukaiku.” Terdengar samar-samar ketika Donghae oppa berbicara saat ada sebuah truk yang melewati café ku ini. Aku pun hendak menghampiri mereka berdua
“Eohh, Ra~yaa? Aku pulang dulu ne? hari ini aku akan mengantarkan Eomma-ku pergi.” Kata Donghae oppa sambil mengubah posisi duduknya menjadi berdiri (?)
“Yaakk.. Hae!! Mau kemana kau? Aahhh.. kau takut menyatakan padanya kan? Hahah” Kyuhyun tertawa pada Donghae oppa, entah apa yang dia maksud.
“Berisik kau setan!! :p sudahlah.. aku pergi dulu ne? Annyeong.” Donghae oppa langsung pergi keluar, dan meninggalkan kami.
“Aneh sekali dia. Apa yang sedang kalian bicarakan? Kenapa wajahnnya seperti tidak ada semangat hidup?” aku berkepo(?) sedikit :3
“Semua itu gara-garamu Seora~yaa, haha kau jahat sekali. Bahkan kau menyiksanya.” Kyuhyun yang evil itu tiba-tiba saja menyalahkan ku dan menertawaiku. Apa yang salah denganku?
“Kyaaaa.. kau dasar setan, salahku apa? Kenapa kau jadi menyalahkan ku? Eoh?” timbalku yang tak kalah hebohnya seperti Kyu.

Tidittttttttttttttttttttttt…

Braakkkkkkkkkkkkk..

Aisshh.. jinjja? Suara apa itu?
Kami semua terkejut mendengar suara yang keras dijalanan. Sepertinya ada kecelakaan.
Aku dan Kyuhyun pun keluar dan hendak melihat apa yang terjadi. Ditengah-tengah jalan raya, di hiasi dengan lampu-lampu jalanan yang menerangi jalan.
Namun, bulan seakan malu untuk muncul, dan menerangi malam ini, sehingga dapat menyinari bumi dimalam ini dengan lebih terang. Kulihat kerumunan orang-orang yang sedang mengerumuni, seseorang. Aku berusaha melihatnya. “Omona~ Donghae oppaaaa???”
Tinutttttt

Ninutttttttttttttttt

Ninuttttttttttttttt (?) *anggap saja suara sirine ambulance :3

 Donghae’s POV

Aku berusaha mengerejap-rejapkan mataku. Yang pertama kulihat adalah cahaya putih yang sangat terang. Aku berjalan menelusuri dan mengikuti cahaya putih itu.
Aa.. apa itu? Tiba-tiba aku melihat seorang laki-laki yang mengenakan pakaian seraba putih. Appa?
Apakah dia, Appa?
Bukankah Appa sudah meninggal 5 tahun yang lalu?
Bagaimana bisa? Ahh.. sepertinya ia memberikan ku sebuah petunjuk.
“Appa?? Appa??´ s
udah beberapa kali aku memanggilnya, namun ia tak menjawabnya. Cahaya apa lagi itu??? “Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”


 Seora’s POV

“Bagaimana Sonsaengnim? Apa dia baik baik saja?” tanyaku yang mulai khawatir dengan keadaan Donghae oppa.
“Aku tidak bisa mendeskripsikannya. Sungguh sulit untuk saya mengatakannya. Mungkin kemungkinan untuk bangun kembali sangat kecil. Tapi kami akan berusaha. Kau bisa terus menjenguknya, dia masih hidup, dia masih bisa merasakan keadaan, kau harus tetap ‘menemaninya!” jelas Sonsaengnim. Sehingga membuatku menjatuhkan airmataku
“Hiksss.. hiksss”

“Sudahlah Seora~yaa, aku yakin dia akan kembali sadar. Biarkan waktu yang akan berbicara.” Kyuhyun mendekapku agar aku bisa sedikit merasa tenang.
“Teman macam apa kau ini, eoh? Disaat seperti ini masih saja kau merasa tenang. Apa kau tidak takut kehilangan temanmu itu, hah? Hikss hikss” aku memukul dada bidang Kyuhyun, dan menumpahkan airmataku di pakaiannya.

 

 ***

Sudah 1 minggu ini Donghae oppa belum sadarkan diri. Apa yang sedang ia lakukan disana? Kenapa dia betah untuk tidur selama ini, eoh? Aku melihat kearah Monitor Jantung. Detak jantungnya masih ada. Aku harap oppa akan segera bangun dari komanya. Aku pun pergi ke kamar kecil, karena ada urusan sedikit(?). Setelah itu aku kembali ke ruangannya Donghae oppa.
“Dimana setan aneh itu? Kenapa dia tidak datang kemari? Sudah tau temannya sedang sakit. Masa tenang-tenang saja dia u,u” gerutu ku karena Kyuhyun tak kunjung datang ke Rumah Sakit.

Tiiiiiiitttttttttttttttttttttt..(?)

Aku melihat suara decit itu, ternyata
“Aigoo~ sonsaengnim sonsaengnim!!!” seketika aku kaget dan panik, dengan gerakan cepat aku langsung memanggil sonsaengnim yang ada.
Ada apa dengan Donghae oppa? Kenapa Monitor Jantungnya tiba-tiba seperti itu?
“Apa dia benar benar akan tidur dan tidak akan bangun-bangun lagi?” Aisshh.. Park Seora! Apa yang kau fikirkan? Ani.. aku yakin dia masih hidup.
Aku melihat sonsaengnim dan ke-3 perawatnya itu sedang mencoba memacu jantungnya Hae oppa. Aku hanya bisa menangis dari luar ruangan sambil melihat Donghae dari kaca pintu.

“Seora? Bagaimana keadaan Donghae?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba datang menghampiriku yang sedang menangis Aku pun membalikan tubuhku dan sengaja memperlihatkan keadaan Donghae dari luar
“Hyung?? Ada apa dengannya?? Apa yang terjadi dengam Donghae??” Kyuhyun mengguncang-guncangkan pundakku. Aku tak bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun. Karena jika aku membuka mulutku, mungkin tangisan ku ini akan meledak. Selang beberapa menit kemudian, Sonsaengnim keluar.
“Saya tidak percaya dengan ini,” kata sonsaengnim
“Wae? Bagaimana dengannya? Tanya Kyuhyun yang panik juga sama sepertiku.
“Setelah kami memacu jantungnya memang tidak berhasil. Kami sempat menyerah. Lalu beberapa detik kemudian, sekitar 30 detik. Jantungnya mulai berdetak kembali dengan stabil. Pasien harus dirawat beberapa hari lagi untuk memulihkan kerongkongan dan pergelangan kakinya”. Jelas sonsangnim panjang lebar, lalu meninggalkan kami. Kyuhyun dan aku masuk ke ruangan.

Senyum indah terukir dimulutku dan mulut Kyuhyun, karena detak jantung Hae oppa sudah kembali stabil. Keeokan harinya, aku menjenguk Donghae oppa lagi, aku memegang tangan kirinya dengan erat. Aku berdo’a agar Hae oppa cepat kembali sadar. Tiba-tiba sebuah tangan menggenggamku. Mwoya? Tangan?

“Donghae oppa?? Kk..kau sudah bangun??” ah aku terkejut ketika melihat Hae oppa membukakan matanya. Aku segera memanggil sonsaengnim untuk memeriksakan Dongha oppa. Setelah selesai, sonsaengnim meninggalkan ruangan ini.
“Seora~yaa, mi..mianhaeyo!” kata Hae oppa sambil tersenyum kepadaku lalu mencium tanganku.

“Untuk apa?” “Untuk segalanya.” Jawab Hae oppa yang membuat ku merasa malu,

“Dimana Kyuhyun?” lanjutnya.

“Dia akan segera datang, oppa” jawabku sambil tersenyum.


Author’s POV 

Beberapa menit kemudian Kyuhyun pun datang.
“Kyuhyun, maafkan aku.. seharusnya waktu itu aku member tau pada Seora, bahwa kau adalah orang yang dijodohkan oleh orangtua kalian.” Jelas Donghae tanpa mereka mengerti apa maksudnya. “Mm..maksudmu..?” tanya mereka berdua secara bersamaan. Akhirnya Donghae menjelaskan cerita yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua, ah ani.. bertiga, karena Donghae juga terlibat.
“Jeongmal mianhaeyo telah mengecewakan kalian.”
“Gwaenchana Hyung, Minggu depan aku akan pergi ke Amerika, aku akan tinggal disana.
“Mwo? Secepat itukah Kyuh?” tanya Donghae yang kaget mendengarnya.
“Tentu, aku akan meneruskan perusahaan Appa disana. Ini kesempatanmu untuk memiliki dia, hihi” bisik Kyuhyun.
“Heyy.. setan. Apa yang kau bicarakan dengan Donghae oppa?” tanya Seora penasaran sambil mengecak pinggangnya

 

 ***

7 Bulan berlalu, Seora dan Donghae sudah merencanakan untuk menikah.

Dibulan February, tepat pada hari valentine, tanggal 14. Akhirnya. Hari yang ditungggu-tunggu kedua insan itu pun datang. Dimana Donghae memakai Tuxedo putih sedangkan Seora memakai gaun indah berwarna putih sambil membawa kumpulan bunga tulip putih Seora hendak berjalan dengan pelan-pelan menuju altar bersama Appa tersayangnya yang menggandeng tangan Seora. Seora pun sampai ke Altar. Dimana mereka berdua akan mengucapkan janji suci sehidup semati.

SKIP

Kyuhyun yang memang datang ketika itu melihat sepasang kekasih, ani.. mereka sudah menikah, maksudku mereka sepasang pengantin baru yang sedang duduk mesra dan saling melemparkan senyum di antara keduanya.
“Yaakk Hyung,kau jadi menikahinya? Hahaha.. chukkaeyo ne 😉 haha” kata Kyuh sambil berbisik pada Donghae
“Wae? Apa kau iri? Hahaha..” goda Donghae sambil mengejeknya wkwk
“Ahh tentu saja tidak, aku juga sudah ada orang Amerika, haha.. jangan lewat kan mala mini n hyung! Buatkan aku seorang keponakan.. haha” celetuk Kyuhyun yang langsung meninggalkan mereka.
“baik Kyuh, tenang saja ” sahut Donghae Pleetttaaaaakkk..
“Aishhh appoo jagiyaa..” keluh Donghae karena Seora menjitak kepala Donghae,
“Dasar kau ini namja yadong :p”

 ***

 

Malam itu adalah malam pertama mereka berdua. Keduanya tampak begitu lelah, usai acara pernikah yang mereka gelar tadi siang, ani.. bahkan sampi pukul 7 malam. Donghae berbaring diatas kasur berbentuk king size. Sedangkan Seora langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah Seora selesai, Seora berjalan ke kamar sambil memakai sehelai handuk yang ia talikan untuk menutupi tubuhnya dari dada sampai lututnya.

“Kyaaaaaa. Donghae!! Kenapa kau menatapku seperti itu, eoh? Cepat kau bersihkan dirimu.” Kata Seora yang terkejut melihat suaminya itu menatap intens tubuh istrinya itu. Seora berbaring diatas kasurnya sambil membaca sebuah novel.
“Kau belum tidur, chagi?” tanya Donghae saat melihat istrinya
“Belum.. yaaaaaaaaakkk Donghae oppa, apa yang kau lakukan? Cepat pakai bajumu!!” Seora tertegun dan langsung menutupi wajahnya itu dengan buku novelnya ketika melihat Donghae yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenaikan handuk yang ia lilitkan pada tubuhnya bagian bawah saja.
“Memangnya kenapa? Toh kau akan melihat yang lebih dalam lagi, ckckck” sambil tersenyum evil pada Seora
“Ayoo cepat pakai bajumu!!!” teriak Seora dibalik buju novelnya,
“tidak.. aku tidak mau memakai baju malam ini.” Sahut Donghae yang membohongi istrinya itu, padahal dia sudah beres mengganti pakaiannya.
“Seora, lihat aku!” Donghae menyurh istrinya itu untuk melihatnya
“Sirheo!!” Donghae pun mendekati Seora
“Yaaaaakk apa yang akan kau lakukan? Walaupun aku menutupi wajahku, tapi aku tau kau sedang menghampiriku. Menjauhlah!” kata Seora sambil berteriak. Donghae pun menyibakan dan melempar Novel itu dihadapan Seora,
“Apa yang sedang kau fikirkan chagi?” Donghae sedikit menyeringai Seora. Seora memperhatikan Donghae yang sudah memakai baju tidurnya dengan lengkap.
“huffttt..” Seora melihatnya dengan lega,
“Sudahlah aku lelah, dan aku ingin tidur. Sebaiknya kau juga tidur oppa!” lanjut Seora yang langsung membaringkan tubuhnya dan membelakangi Donghae.
“Issshh.. istri macam apa kau ini. Tidak mau memberikan Night Kiss di malam pertamanya, huhh” terang Donghae, yang sepertinya marah pada Seora. Seora yang mendengar itu langsung membukakan matanya, lalu melihat Donghae dengan posisi tidur yang membelakanginya. Seora fikir dia marah, namun kenyataannya tidak karena Donghae hanya ingin mengerjai istrinya itu. Seora membelai lembut rambut Donghae, dan tersenyum. Tiba-tiba tangan Donghae memegang pergelangan tangan Seora.
“Chagiyaa..” panggil Donghae
“Nn..ne? kau belum tidur?” Donghae membalikan tubuhnya
“Belum, aku menunggumu chagi,”
“untuk apa oppa?” tanya Seora yang penasaran.

CHUU~

Tiba-tiba saja Donghae mencium bibir indah Seora. Seora tersipu malu
“Aisshhh.. begitu saja kau langsung mengeluarkan semburat merah dipipimu, kkkk” Donghae terkekeh ketika melihat istrinya seperti itu.
“Kau curang.. sudahlah, mala mini aku benar-benar ngangtuk. Aku ingin kita tidur sekarang oppa”
“Baiklah kalau begitu.” Donghae mengiyakannya, tanpa melepas genggaman dari tangan Seora. Setelah itu ia memeluk erat tubuh istrinya. Dan sekali lagi ia menciumi kepala, dahi, hidung, kedua pipi serta bibir milik istrinya itu. Mereka pun akhirnya tertidur lelap tanpa melepaskan tangan diantara keduanya.

END

thanks for your reading ^^

mian kalau banyak typo , gaje dan absurd u,u

jangan lupa di comment yaa~

Advertisements

“I’m Sorry My Friend” Part 2

Title : I’m Sorry My Friend
Author : Yummy~ RaMyeon
Genre : Romance *masih sedikit -___- , Konflik
Cast :
• Lee Dong Hae (Super Junior)
• Cho Kyu Hyun (Super Junior)
• Park Seo Ra
Rating : PG 13+
Length : Chapter

 Annyeong, Ini ff ku yang pertama, launching ceritanya :p ini murni dari ide otak aku lho :p dari ngayal juga :3 

Check it out~

.

 

.

 

 

Kyuhyun pun bertemu dengan Donghae di Kona Beans.

 

“Kenapa kau sudah pulang ke Seoul Kyuh? Bukan kah kau akan berada di Jin an selama satu bulan?” tanya Donghae sambil meneguk Coffelate-nya.

 

“Aku hanya ingin tau bagaimana, pertemuan waktu itu bersama yeoja pilihan Appa-ku? Apa dia cantik?”

 

“Tentu, menurutku dia sangat cantik, aku juga menceritkan banyak hal tentangmu. Kurasa kau akan cocok dengannya.” Jawab Donghae yang sebenarnya tak mau membohongi sahabat baiknya itu.

 

 

“Bagusalah. Oh iya, besok aku akan kembali ke Jin an. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan disana, tolong jangan katakan hal ini pada Appa-ku jika dia menanyakan tentangku. Hehe..”

 

“Baiklah Mr. Cho.” Kata Donghae sambil mengeluarkan Laptop

 

“Ahihihi..bagaimana pekerjaanmu? Apa kau masih lembur sampai saat ini?” Tanya Kyuhyun

 

“Ne, karena tugas menumpuk aku jadi lembur, dan mengerjakannya diluar jam kerja. Yaa.. seperti ini.” Sambil mengetik pada Laptopnya.

 

 Kyuhyun pun berbicara lama di Kona Beans,sambil menemani Donghae yang sedang menerjakan pekerjaannya yang masih menumpuk.

 

 

***

 

 

 

 

 

Seora’a POV

 

 

Namja yang kutemui 2 hari yang lalu itu, sangat itu emmm yaaa.. begitulah.. errrrr tampan :3. Tak salah Appa memilihnya sebagai menantunya. Yaaa saat itu kami tak banyak bercerita. Tapi setidaknya kami akan bertemu setiap hari, hihi.. aku sangant bahagia.

 

 

“Ra~yaa? Mengapa kau senyam-senyum seperti itu? Apa kau sedang jatuh cinta? Ayo ceritakanlah padaku?” Tanya Jung Soojin dia adalah manager di café milik Eomma-ku yang sudah aku kelola selama 2 tahun terkahir ini. Dia juga teman baikku, tapi entah mengapa dia mau sekali bekerja di café ku ini.

 

 

“Aahh… ani.. sudah.. aku akan mengecek para pelanggan dulu.” Jawab ku sambil mencoba menghindar dari pertanyaannya.

 

“Ada ada saja alasan mu ini, hhmmm” Soojin tampak menggeleng-gelangkan kepalanya karena mungkin ia tau bahwa aku menghindar dari pertanyaannya. Hihi xD

 

 

 Aku sudah menutup café ku ini, karena sudah pukul yang datang, akhirnya aku menutup café ini pukul 10.00. Semua pegawai bahkan Soojin sudah pulang lebih dulu, sejak tadi pukul 09.00, jadi aku yang melayani pelanggan ketika itu.

 

Begitu aku keluar dari café ku, aku meihat banyak benda-benda berwarna putih yang turun dari atas langit. Mwo? Langit? Aigoo~ ini ..emm~ ini salju? Kyaaaaa~.. bagaimana bisa turun salju? Sedangkan aku tak membawa Sweater atau Syal. Aku hanya memakai cardigan biru muda dan celana jeans. Mengapa tadi siang cuaca biasa-biasa saja,? Tidak menampakkan akan turun salju seperti malam ini.

 

Akupun cepar-cepat menghampiri mobilku. Bodohnya aku. Aku memakirkan mobilku itu di sebrang café ku ini. Sedangkan jalanan sedang macet karena sebagian jalan tertutup oleh salju. Ada 2 Ahjussi sih yang sedang berusaha membersihkan salju dijalanan, agar jalan raya tidak begitu macet.

 

 

Sreekkkkkkk..

 

 

“huwowww..” aishhh aku jatuh terpeleset. Telapak tangan kanan ku sedikit terluka, karena menahan tubuhku. Akhirnya tangan ku mengenai kerikil kecil.”Hiks.” Issshh.. manja sekali aku ini, kenapa aku menitikan airmata hanya karena luka sedikit saja?

 

 

“Kyaaaaaaaaa..” tiba-tiba ada seorang namja muncul dihadapanku.

 

“Aishh.. kau kaget?” tanyanya

 

“Tentu saja, dengan tiba-tiba kau muncul dihadapan ku, seperti Dokkaebi (hantu di Korea yang berwujud seperti monster, dan memilik dua tanduk dikepalanya ^^)”

 

“Aisshhh.. seburuk itu kah aku?” tanya Donghae

 

“Errrr.. sabaiknya kau bantu aku berdiri, kakiku sedikit sakit karena terpeleset tadi. Ige jombwa! Telapak tanganku juga berdarah.”

 

“Kau ini manja sekali.” Akhirnya ia pun membantuku berdiri. Lalu ia mengantarku pulang ke Apartement ku.

 

 

Author’s POV

 

 

 Sejak saat itu, Donghae dan Seora sering bertemu dan jalan. Selama itu pula, Seora tidak tau bahwa Namja yang selama ini bersamanya bukanlah Namja yang akan dijodohkan oleh Eomma-nya, yaitu Kyuhyun. Ya! Tentu saja dia adalah sahabatnya, Lee Donghae. Kyuhyun juga tidak menanya-nanyakan lagi tentang Seora. Mungkin ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya disana.

 

 

 

***

 

 

 

Detik demi detik berlalu.menit demi menit berlalu. Jam demi jam pun (?) berlalu. Hari juga sama, terus berputar. Satu bulan telah beerlalu. Kyuhyun selesai menjalankan pekerjaannya di Jin an.  Ia pun memutuskan untuk cepat-cepat ke Seoul.

 

 

“Mr. Shin!” panggil Kyuhyun sambil memakai sepatunya di ruang tamu kamar hotelnya.

 

“Ne?” sahut Mr. Shin,

 

“Apa semua barang-barangku sudah dibereskan?” tanya Kyuhyun sambil berjalan keluar,

 

 

“Sudah, Mr. Cho, semuanya sudah saya masukkan ke dalam bagasi mobil. Sudah tidak ada yang tertinggal.”

 

“Baiklah kalau begitu. Mari kita berangkat sekarang.!” Sambil berjalan kea rah mobilnya,

 

“Baik,” kata Mr. Shin sambil mengikuti Kyuhyun dibelakangnya.

 

 

@ In Other Side

 

 

“Ra~yaa?” panggil Donghae, sambil menengok kearah Seora yang sedang melihat-lihat pemandangan di sekitar Sungai Han,

 

“Ne?” sahut Seora yang masih fokus melihat hamparan Sungai Han  yang ada dihadapannya.

 

“Aku,..”

 

“Mwoya, Hae?” tanya Seora sambil melihat kearah Donghae dan tersenyum,

 

“Aku ingin membuat pengakuan. Tapi.. aku tidak ingin kau terkejut dan marah jika sudah mengetahuinya!” kata Donghae lalau menghela nafasnya,

 

“Ne, katakana saja dulu!” timbal Seora.

 

 

“Aku.. aku ini bukan pria yang akan dijodohkan oleh Eomma-mu. Aku tau aku ini seorang penipu. Seharusnya aku mengatakannya sejak awal. Aku ini Pabo Namja. Pabo! Entah apa yang kurasakan saat kita pertama bertemu, Tapi sejak saat itu.. aku…aku mulai menyukaimu. Jeongmal mianhae Seora, benar-benar aku tidak bermaksud untuk membohongimu. Seharusnya kau bersama temanku.” Akhirnya, Donghae mengakui semuanya. Sehingga membuat mata Seora berkaca-kaca.

 

 

 Tetesan mutiara terlihat jatuh dari mata seorang Park Seora. Sejenak, Seora terdiam. Lalu berkata

 

 

“hikss.. sebenarnya benci kau mengakui semua ini. Kau tau? Aku merasa dibodohi hiksss…”

 

Seora terdiam lagi, lalu melanjutkan kata-katanta lagi

 

“Aku pun tidak suka ketika Eomma-ku berkata bahwa aku dijodohkan. Saat itu pula aku merasa  di bodohi. Aku terpaksa mengiyakan keinginannya. Tapi .. saat itu, saat awal kau dan aku bertemu di café itu. Entah kenapa, aku setuju dengan Eomma. Akupun merasakan hal yang sama denganmu, Donghae.”

 

Airmata Seora terus jatuh tanah yang mereka injak.

 

Donghae pun mendekap dan memeluk Seora. Sehingga Seora mangis di dada bidangnya Donghae.

 

“Maafkan aku, jika aku terlalu lancang.hikss” kata Seora sambil sesegukan dan membalas pelukan Donghae.

 

Entahlah, berapa lama Seora menangis. Berapa lama mereka berpelukan? Sehingga ditengah itu, sekelompok butiran-butiran air jatuh membasahi bumi, membasahi mereka berdua.

 

hhmm.. Apa mereka tak sadar? Butiran-butiran air itu telah membasahai semua pakaian mereka.   Mungkin kalian merasakan bahwa mereka berdua itu bodoh, dengan berpelukan disaat hujan turun dengan derasnya. Ani, mereka bukan bodoh. Hanya saja mereka sedang menyatakan perasaan mereka berdua, dan begitulah caranya. Lalu, Kyuhyun?

 

 

 

***

 

 

 

Kyuhyun’s POV

 

 

Huffttt.. lelah sekali rasanya.. Untung saja hujan turun setelah aku sampai di Apartemenku. Aku pun hendak mencoba menghubungi Donghae.

 

Tuuttt..

 

 

Tuutttt..

 

 

Kalian dengar? Bukan, itu bukan suara kentutku (?) #apadeh. :3

 

Begitulah suara sambungan telepon ketika aku ingin menghubungi Donghae.

 

Tuutttt..

 

 

Tuutttt..

 

 

Jamkaman! Tapi dia tidak menangkatnya. Apa yang sedang ia lakukan? Aisshh.. kalau begitu, lebih baik aku tidur dulu ah. I’m serious, I’m tired now. -__-

 

 

 

 Author’s POV

 

 

  “Hae, aku sudah memutuskan. Aku tidak ingin dijodoh-jodohi. Aku masih ingin memfokuskan pada pekerjaanku dulu. Lagi pula umurku ini masih cukup muda, haha” Kata Kyuhyun yang memulai diantara pembicaraan mereka hari ini.

 

 

“Mwo? Bagaimana bisa kau berubah fikiran seperti itu? Bagaimana kalau Appa¬-mu tau?”

 

“Sudahlah, kau tak usah khawatir. Aku akan segera membatalkan perjodohan ini. Lagipula aku belum tau yeoja mana yang Appa jodohkan padaku. Namanya saja aku tidak tau”

 

 

“Ohh.. Ne..” jawab Donghae beroh-ria. Dia pun meresa bersalah pada Kyuhyun. Dan merasa tidak enak hati padanya.

 

 

  “Silahkan tuan, mau pesan apa?” datanglah Seorang pelayang yang menghampiri mereka berdua. Ani, Seora? Bagaimana bisa ia ada disini? Ohh ne tentu saja, dia kan pemilik café ini.

 

“Donghae oppa? Haha.. kau kemari?” tanya Seora yang kaget, ternyata pelanggannya adalah teman dekatnya.

 

“Nn.. ne.. jadi ini café mu?” tanya Donghae.

 

“tentu saja,” jawab Seora,

 

“Eckhemm.. Kau tak ingin mengenalkannya kepadaku, hemm?”

 

 

Kyuhyun yang sepertinya iri begitu melihat Donghae mengobrol dengan yeoja.

 

 

“Ahh.. aniya.. Seora perkenalkan, ini sahabatku Cho Kyuhyun. Kyuh, kenalkan ini temanku Park Seora.

 

 

“Bangseumnida..” kata mereka berdua hamper bersamaan.

 

 

TBC~
part 2 ini makin gaje yaa?? hufftt.. ini sebenernya ff lama sih, udah lama di publish di blog yang satunya lagi :3

 

“I’m Sorry My Friend” Part 1

Title : I’m Sorry My FriendAuthor : Yummy~ RaMyeon
Genre : Romance *masih sedikit -___- , Konflik
Cast :

• Lee Dong Hae (Super Junior)
• Cho Kyu Hyun (Super Junior)
• Park Seo Ra
Rating : PG 13+
Length : Chapter

 Annyeong, Ini ff ku yang pertama, launching ceritanya :p ini murni dari ide otak aku lho :p dari ngayal juga :3

Check it out~
.
.
 “Jadi kau Namja yang Eomma ceritakan kepadaku itu?” Tanya yeoja yang bernama Seora itu.
“Nn.. ne?” Jawab pria yang ada di depannya itu dengan gelagapan,
 “Ireumi mwoyeyo?” Seora pun yang mendahului perkenalan diantara mereka,
 “Nae ireumi Lee Donghae imnida, lalu kau?”
 “Naneun Park Seora imnida.”
 “Haha.. tak kusangka, kenapa wajahmu berbeda dengan yang ada di foto? Kurasa lebih baik yang aslinya?” lanjutnya. Oopss..
Seora keceplosan, wajahnya berubah menjadi merah seperti tomat.
 “Jinjjayo? Ahaha” Tanya pria itu dengan merasa malu juga karena dipuji oleh wanita yang ada dihadapannya. Seora menjadi salah tingkah ketika itu, sehingga ia menundukkan kepalanya,
 “Ahh.. ani .. ani..lupakan saja, hehe”
 “Ini pesanan anda.” tiba-tiba datang seorang pelayan yang memberikan secangkir cappuccino dan segelas ice tea lalu meletakkannya diatas meja.
 “Gamsahamnida”. Kata pria yang ada dihadapan Seora itu. “Ne, silahkan menikmati!” pelayan itu pun membungkukkan badannya lalu meninggalkan mereka.
 Suasana pun seketika menjadi hening setelah sang pelayan memberikan mereka minuman ke mejanya. Tak ada sepatah katapun yang mereka ucap. Entah apa yang sedang mereka fikirkan di dalam otaknya masing-masing.

 *** 

 Pertemuan mereka dihari itu diakhiri dengan rasa saling canggung. Dan mereka tak tau apa yang harus mereka bicarakan.Terlalu kaku bagi mereka saat itu. :3 Seharusnya kemarin itu Cho Kyuhyun yang menemui yeoja yang bernama Park Seora itu. Namun, ia tidak bisa karena ada keperluan mendadak dan pergi ke Jin an. Lantas ia menyuruh sahabatnya yang bernama Lee Donghae untuk menemui Seora dan mengatakan kalau Kyuhyun tidak bisa menemuinya. Tapi, kenapa ya Donghae tidak mengatakan yang sebenarnya pada Seora? . . .


Donghae’s POV

Malam itu, setelah aku bertemu dengan emmm..yaa.. orang yang akan dijodohkan dengan Kyuhyun, aku merasa sedikit lelah dan merasa bersalah padanya. Aku pun langsung berbaring dikamar. Entah. Entah apa yang aku lakukan tadi saat bertemu Seora. Mengapa aku tak mengatakan yang sebenarnya. Kalau Kyuhyun tak bisa datang menemuinya. Ahh.. aku merasa bersalah. Tapi, kenapa begitu bertemu dengannya ada rasa yang berbeda.
Apa itu? Entahlah .. aku tak bisa mendeskripsikannya :p
 Krringg..
 Krringgg..
 Suara apa itu??
 Ohh ternyata suara ponsel ku yang berdering diatas meja,
“Yebbeoseyo?”
 “…..”
 “Jadi kau sudah kembali?”
 “…..”
 “Bb.. b.. baiklah kalau begitu. Di café biasa saja!”
 ”…..”
 “Nn.. ne.. arra!”
 Tuttt Tuttt..

Author’s POV 

Begitulah percakapan diantara Donghae dan Kyuhyun di telepon. Donghae terkejut ketika Kyuhyun meneleponnya. Entah apa yang ‘kan terjadi.

  ~Flashback~
“Hyung.. apakah kau bisa membantuku? Hehe..” pinta Kyuhyun pada Donghae yang sudah menjadi sahabatnya itu, ketika masih duduk dibangku SMA. Yaa walaupun saat itu Donghae adalah Sunbae-nya disekolah.
 “Ne.. apa yang bisa ku perbuat untukmu, Kyuhyun-yaa??” Sahut Donghae sambil masih mengutak-atik Ponselnya.
 “Yaaaakk.. aku serius Hyung!” sambil menghampiri Donghae “Bisakah kau menemui orang yang akan Appa jodohkan denganku?” lanjut Kyuhyun dengan aegyo dan puppy eyes-nya >,<
 “Huekss.. menjijikan Kyu-yaa, kau buruk sekali jika melakukan aegyo. Pantas saja Appa-mu menjodohkan mu, wanita pun tak mau melihat aegyo-mu yang buruk itu. Hahaha” ejek Donghae sambil menertawai Kyuhyun.
 “Aissshhh.. Hyung, sejak kapan kau menjadi evil sepertiku, eoh? Ck.. wanita jarang mendekatiku karena aku ini type pria yang pemilih tauk.” Timbal Kyuhyun sambil menjulurkan lidahnya, untuk menutupi rasa malunya.
 “Lalu, jika kau ini type orang yang pemilih, bagaimana bisa Appa-mu menjodohkanmu? Itu berarti…” omongan Donghae terpotong, ketika Kyuhyun merebut Ponselnya Donghae
“Aisshh.. kembalikan ponselku Kyuh!! Heyyy setan aneh kembalikan padaku!!” teriak Donghae yang berusaha mengambil ponselnya, namun Kyuhyun terlalu cerdik, sehingga Donghae sulit mengambil ponselnya yang ada di tangan Kyuhyun
 “Aa.. kau tidak bisa mengambilnya Hyung.. wkwkwk” kata Kyuhyun sambil berlari berusaha untuk menjauhkan ponsel milik Donghae,
 “Kembalikan!! Atau… aku tak akan membantumu, haha” Dengan sangat cekat dan entah bagaimana caranya Donghae dapat mengambil kembali ponselnya. 
“Yappp.. dapat!!” timbal Donghae dengan smirk-nya.
 “Baiklah kalau begitu. Aisshhh tapi bagaimana bisa kau menjadi benar-benar evil seperti ini? Baik..baik.. lupakan! Kali ini aku serius Hyung, bisakan lusa kau bertemu dengannya?” kata Kyuhyun yang sudah menyerah atas keevil-an(?) sahabatnya itu.
 “Ne ne ne.. jam berapa? Dan dimana?” “Nanti aku akan mengirimnya lewat pesan.” “Okay. Tapi, kenapa kau tidak bisa menemuinya?”
 “Kemarin kau kan mendengarkannya dari Mr. Shin. Kalau aku akan ke Jin an untuk survey tempat bersama sekretaris ku, ck”
 “Lalu, kenapa kau tidak menunda pertemuan mu dengan yeoja itu?” Tanya Donghae yang kelihatannya mulai serius.
 “Kau tau kan, aku akan ada di Jin an Selama satu bulan. Aku tak mau Appa dan Eomma juga keluarganya mereka kecewa.” Orangtua Kyuhyun memang sudah lama tinggal Amerika, karena mereka mengurusi kantornya yang ada di sana. Namun Kyuhyun tak mau tinggal di Amerika bersama orangtuanya. Lantaran Kyuhyun memang mencintai tanah kelahirannya ini. “Baiklah, jika itu yang kau mau Kyuh.” Jawab Donghae yang mengiyakan.

~Flashback end~

 TBC~
 eottae?
gaje ya?? aokaokaok
wajarlah baru pemula u,u Jangan lupa comment ya ;^)